Drug Trace
- - Ganja mengacu pada
daun, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa yang
dikeringkan. Jenis narkoba yang terkenal dengan sebutan “cimeng” ini biasanya
digunakan dengan cara dihisap seperti rokok, dicampurkan ke dalam makanan, atau
diseduh sebagai teh.
- - Ekstasi adalah obat
sintesis turunan obat amfetamin yang
dikenal karena efek halusinasi dan stimulannya (membuat bersemangat). Jenis
narkoba ini berisiko tinggi disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan.
- - Heroin atau putaw adalah jenis narkoba
adiktif dari bunga opium poppy yang tumbuh di wilayah Asia, Meksiko,
dan Amerika Selatan. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan heroin dapat
dimanfaatkan secara medis sebagai pereda nyeri. Bahkan, sifat pereda nyeri pada
heroin sekitar 2–3 kali lebih kuat dari morfin.
- - Methamphetamine atau sabu-sabu adalah jenis narkoba stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat dan sangat adiktif. Sabu-sabu tersedia dalam bentuk bubuk kristal putih, tidak berbau, dan terasa pahit.
1. Dehidrasi
Narkoba bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang, sehingga tubuh kekurangan cairan. Jika efek ini terus berlangsung, tubuh akan kejang-kejang,muncul halusinasi, perilaku lebih agersif dan rasa sesak pada bagian dada serta dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak.
2. Halusinasi
Halusinasi sering dialami oleh pengguna narkoba jenis ganja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan mual muntah, rasa takut berlebih serta gangguan kecemasan. Pemakaian yang berlangsung lama mengakibatkan dampak lebih buruk seperti gangguan mental, depresi serta kecemasan terus menerus.
3. Menurunnya tingkat kesadaran
Pemakaian narkoba dalam dosis berlebih justru akan memberikan efek tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis (beberapa kasus pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun). Hilangnya kesadaran tersebut berdampak pada koordinasi tubuh yan terganggu, sering bingung dan terjadi perubahan perilaku dan dampak terburuknya adalah hilangnya ingatan dan sulit mengenali lingkungan sekitar.
4. Kerusakan sel otak
Beberapa jenis narkoba mengharuskan otak bekerja tidak sebagaimana semestinya. Narkoba jenis stimulan memaksa otak untuk bekerja lebih cepat, menekan saraf pusat dan memaksa tubuh untuk tenang.
5. Meningkatkan risiko berbagai penyakit
Beberapa kondisi yang paling umum akibat penggunaan narkoba adalah gangguan irama jantung, gangguan paru-paru, hipertensi dan gangguan mental/psikologi.
6. Kematian
Pemakaian narkoba dalam dosis tinggi atau dikenal dengan overdosis akan menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian.
.png)
KEREN MBAK FAYYYYY
ReplyDeleteMakasiii:)
Delete